Ilustrasi penderita DBD. (foto: net)


PULANG PISAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulang Pisau (Pulpis) mencatat, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Pulpis hingga Desember 2018 ini menyerang 80 orang.

Kepala Dinkes Pulpis, dr Muliyanto Budihardjo mengungkapkan kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Kahayan Hilir dengan total 56 kasus dan di kecamatan Maliku ada 11 kasus.

Kendati serangan DBD mengalami peningkatan, namun Dinkes Pulpis belum menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, Pulpis belum KLB. Apalagi pada Desember ini tren kasusnya mengalami penurunan,” ungkap Mul saat dihubungi Kalteng Pos, kemarin (17/12).

Mul mengungkapkan, puncak kasus DBD terjadi antara tanggal 15 Oktober hingga 28 November. Dia mengungkapkan, banyak pasien suspek DBD. “Setelah dilakukan tes laboratorium hasilnya ada 31 negatif. Begitu juga laporan masyarakat, setelah dicek ternyata juga negatif,” bebernya.

Sebelumnya Mul mengungkapkan, pihaknya terus berupaya menekan kasus DBD di Pulpis, sehingga tidak sampai terjadi KLB. “Begitu ada kasus DBD, pasti kami langsung melakukan fogging fokus dan itu sudah kami jadwalkan,” ungkapnya.

Terkait pasien DBD yang dirawat di kelas III apakah biaya perawatan digratiskan? Mul mengungkapkan, dalam hal itu pihaknya lebih fleksibel. “Kalau memang pasien tidak mampu, kami gratiskan,” kata dia.

Mul mengaku, pihaknya saat ini juga terus memantau kasus DBD di seluruh wilayah Pulpis. “Jika ditemukan kasus DBD, kami langsung bertindak dengan melakukan fogging,” kata dia.

Dia juga meminta jajarannya di setiap tingkatan fasilitas layanan kesehatan untuk selalu siaga. “Selain menyiagakan petugas kesehatan, kami juga memastikan stok obat-obatan aman. Sehingga saat ada pasien, bisa langsung tertangani,” tandasnya. (art/ami/ctk/nto)

Loading...

You Might Also Like