Jum’atni


PALANGKA RAYA-Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Jum'atni, meminta kepada pihak terkait seperti tim satgas pangan mencari penyebab tingginya harga cabai yang dijual para pegadang di sejumlah pasar tradisional Kota Palangka Raya. Bahkan ada yang menjual cabai Rp60 per Kg.

“Harus ditelusuri penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar yang dijual dengan harga yang tidak masuk di akal. Bahkan wajib dicari penyebabnya untuk mengembalikan ke harga normal,” kata Jum'atni di Palangka Raya, belum lama ini.

Jum'atni mengatakan, apabila ada oknum pedagang yang bermain agar harga cabai meroket tinggi di daerah setempat, harus ditindak oleh tim. Menurutnya harga Rp60 ribu per kg sangat meresahkan warga. Apalagi menjelang bulan puasa.

“Tim harus bergerak. Kalau tidak ada tindakan tidak menutup kemungkinan harga bahan pokok lainnya juga ikut berimbas,” tegasnya.

Diungkapkannya, masyarakat juga diminta ikut memberikan informasi ketika mengetahui penyebab naiknya harga jual cabai naik.

“Tanpa bantuan masyarakat dalam mengungkap hal-hal seperti ini tentu akan sulit, maka dari itu informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan guna mencari tahu persoalan tersebut,” jelas Jum'atni.

Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Palangka Raya juga mengharapkan, setiap tahunnya permasalahan seperti selalu terjadi.

“Maka dari itu aparat yang berwajib tentunya tidak akan pernah tutup mata melihat kondisi seperti itu. Semoga sebelum bulan suci Ramadan permasalahan ini sudah ada solusinya dan harga cabai kembali normal,” pungkas Jum'atni. (ari/uni)

You Might Also Like