Sulastri, yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi barak di Jalan Manduhara, Palangka Raya, Sabtu (20/4) dibawa ke kamar jenazah RSUD Doris Sylvanus untuk divisum


PALANGKA RAYA – Sungguh malang nasib Sulastri. Nenek 62 tahun ini meninggal dunia tanpa diketahui oleh keluarga. Informasi meninggalnya wanita asal Blitar, Jawa Timur itu, membuat warga Jalan Manduhara, Kecamatan Sebangau, Sabtu pagi (20/4) sekitar pukul 06.30 langsung heboh.

Lantaran, Sulastri ditemukan meninggal dunia di kamar mandi barak konstruksi kayu, yang belum lama menjadi tempat tinggalnya. Almarhumah diketahui hidup sendiri dan bekerja sebagai pemulung. Tak ada sanak keluarga yang diketahui.

Mendapat informasi itu, aparat kepolisian pun bergegas datang ke lokasi. Dibantu warga dan Emergency Response Palangka Raya (ERP), aparat mengevakuasi jenazah selanjutnya dilakukan visum di ruang Kamboja RSUD dr Doris Sylvanus.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar melalui Kapolsek Sebangau Yusuf Priyo Wijoyo mengatakan, awalnya ada seorang anak-anak yang melihat Sulastri dalam posisi terbaring di lantai kamar mandi. Selanjutnya, anak tersebut memanggil, namun tidak ada jawaban.

"Kemudian dilaporkan ke orang dewasa. Ketika dilihat, sudah tidak bernyawa lagi. Dari keterangan warga, almarhum baru sekitar sebulan tinggal di barak ini. Sebelumnya, bukan di sini," jelasnya.

Dia menambahkan, pemilik barak yakni Sabit Julianto awalnya berencana membawa almarhum ke Dinas Sosial mengingat Sulastri hanya tinggal seorang diri. Malang, belum sempat mewujudkan niatnya itu, nenek tersebut sudah pergi selamanya.

"Jadi dia itu, diberi kos gratis sama pemilik barak. Rencananya akan dibawa ke Dinsos, belum sempat dibawa sudah meninggal," tutur kapolsek. 

Dari hasil olah TKP, diduga penyebab tewasnya Sulastri karena sakit, sebab tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh korban. "Diduga sakit, sebab ditemukan beberapa obat-obatan dan juga hanya ada sedikit luka di dekat hidung dan pada bagian kakinya," ungkapnya.

Aparat, dibantu warga melakukan pencarian keluarga almarhum. Seorang warga, Yongki Hidayat mengunggah kejadian tersebut ke media sosial dengan harapan keluarganya segera ditemukan. (ana/ami/ctk/nto)

You Might Also Like