Dewi Gita mengungkapkan kalau perayaan Kartini tak seheboh waktu dulu. (Yuliani NN/JawaPos.com)


Momen apa yang Anda ingat ketika merayakan Hari Kartini? Mengenakan pakaian adat dari suku tertentu atau memakai pakaian profesi polwan hingga suster?

Bagi penyanyi Dewi Gita, hari Kartini yang jatuh pada 21 April kini tak terasa semeriah dulu. Istri Armand Maulana itu bahkan mengeluhkan anaknya yang tak begitu antusias karena tidak ada perayaan semacam itu kini di kota-kota besar.

“Dari kecil saya ngerasain lah ya yang namanya karnaval, terus kompetisi-kompetisi apa lah, mau nari, mau nyanyi anak-anak tuh tiap 21 April meriahlah. Sekarang sepi kalau menurut saya, nggak semeriah dulu, apalagi anak-anak di kota besar,” ungkap Dewi Gita saat ditemui di Pesona Square, Depok, Minggu (21/4).

Dewi Gita pun menyayangkan terkikisnya budaya memakai pakaian adat dan karnaval yang dulu ia alami saat remaja. Menurutnya, terlepas pro kontra Kartini yang dirayakan, membanggakan adat dan budaya sendiri untuk dilombakan adalah hal positif.

Sebab, cara mengenalkan pada anak tentang sosok Kartini lewat hal menyenangkan seperti karnval itu diperlukan. Sehingga bisa mengenal Kartini dengan cara yang sederhana.

“Nggak tahu kenapa sekarang tuh makin menipis, sebagian orang ingin menghilangkan kemeriahannya (hari Kartini), padahal kalau untuk generasi sekarang harusnya lebih dikenalkan budaya Indonesia. Kalau saya sih secara orang awam menyayangkan aja,” ujarnya.(jpc)

You Might Also Like