An apple a day keeps the doctor away. Pepatah tersebut berarti bahwa Anda tidak akan berobat ke dokter apabila mengonsumsi satu buah apel setiap hari. Memang, buah yang mengandung banyak gizi ini terbukti dapat menjaga kesehatan tubuh bagian luar dan dalam. Sayang, tak sedikit orang yang enggan menjadikannya menu harian lantaran pro dan kontra terkait cara terbaik makan apel.

Ada yang bilang bahwa apel harus dikonsumsi bersama dengan kulitnya. Ini karena kulit apel mengandung banyak gizi yang dibutuhkan tubuh. Namun di balik itu, kulit apel juga berpotensi mengandung zat lilin dan pestisida, yang jika masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Berangkat dari alasan itu, beberapa orang lebih memilih makan apel dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu. Cara ini dituding mampu melindungi tubuh dari risiko terpapar zat lilin maupun pestisida. Namun demikian, makan apel dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu juga dipercaya bisa mengurangi kandungan gizi yang ada di dalam buah tersebut. Sehingga, manfaatnya tidak akan sepenuhnya didapatkan.

Lantas, harus bagaimana? Apa kata medis terkait cara terbaik makan apel? Apakah aman langsung dimakan bersama dengan kulitnya, atau harus dikupas terlebih dahulu agar terhindar risiko terpapar kuman?

Cara terbaik makan apel

Dikupas atau tidak, apel sama-sama bernilai gizi tinggi. Bahkan, tidak sedikit orang meyakini bahwa apel merupakan salah satu buah “dewa” karena terbukti mampu memberikan segudang manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, buah yang umumnya berkulit merah ini memang mengandung banyak vitamin dan mineral, yang masing-masing memegang peran penting untuk menunjang kerja tubuh.

Namun memang, jika bicara cara makan apel dikupas dan tidak, keduanya memberikan pasokan gizi yang berbeda. Secara spesifik, berikut adalah perbedaan gizi yang didapatkan apabila makan apel dengan kulit atau dikupas:

1. Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu yang jumlahnya paling banyak dalam sebuah apel. Vitamin ini merupakan kunci penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh untuk membasmi kuman penyebab penyakit. Tidak hanya itu, vitamin C juga memegang peran besar dalam melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.

Pada apel yang tidak dikupas, kandungan vitamin C di dalamnya adalah sekitar 10,3 miligram. Sedangkan pada apel yang dikupas, kandungan vitamin C di dalamnya hanya sekitar 8,6 miligram saja.

2. Potasium

Perbedaan kandungan gizi pada apel yang dikupas dan tidak juga berlaku pada kandungan potasium di dalamnya. Apel yang tidak dikupas mengandung 239 miligram potasium, sedangkan yang dikupas hanya mengandung 194 miligram potasium.

Mengapa kandungan potassium dalam makanan harus diperhatikan? Ini karena zat gizi tersebut merupakan salah satu komponen penting yang tugasnya menjaga kesehatan organ vital, seperti jantung, otot, dan sistem saraf.

3. Vitamin A dan K

Perbedaan angka gizi pada apel yang dimakan bersama kulit atau dikupas juga terjadi pada kandungan vitamin A dan K. Perlu diketahui, kedua vitamin tersebut memegang kunci penting untuk memelihara kesehatan dan kerja mata, kulit, tulang maupun organ tubuh lainnya.

Apel yang tidak dikupas mengandung 120 IU vitamin A dan 4,9 mikrogram vitamin K. Sementara itu, apel yang dikupas hanya mengandung 82 IU vitamin A dan 1,3 mikrogram vitamin K.

4. Serat

Zat gizi lain yang juga berpengaruh pada ada atau tidaknya keberadaan kulit apel adalah serat. Faktanya, kulit apel adalah bagian yang mengandung paling banyak serat.

Sebuah apel yang tidak dikupas mengandung 5,4 gram serat. Sedangkan, apel yang sudah dikupas hanya mengandung 2,8 gram di dalamnya. Bedanya lumayan, bukan?

Bila mengacu pada hal-hal di atas, dapat dikatakan bahwa makan apel dengan kulit adalah yang paling baik. Namun, bagaimana dengan zat lilin dan sisa pestisida yang mungkin melekat di kulitnya?

Mudah saja, Anda bisa menghilangkan zat berbahaya tersebut dari kulit apel dengan mencucinya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Salah satu bahan yang terbukti efektif menghilangkan zat lilin dan pestisida yang mungkin melekat pada kulit apel adalah baking soda.

Penggunaan baking soda untuk melarutkan zat berbahaya yang menempel pada kulit apel ternyata telah diuji melalui studi yang dipublikasi di Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Langkah-langkah membersihkan kulit apel dengan baking soda juga tergolong sederhana. Pertama, larutkan 1 sendok makan baking soda dengan 100 cc air bersih dan rendam apel selama 15 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih yang mengalir, dan jika perlu gunakan spons untuk menggosok kulit apel selagi dibilas.

Dengan ini, lapisan lilin dan sisa pestisida yang mungkin menempel pada kulit apel akan ikut larut bersama air cucian. Dengan demikian, apel aman dikonsumsi dan tetap mengandung kadar gizi yang tinggi.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bahwa cara terbaik makan apel adalah bersama dengan kulitnya alias tidak dikupas terlebih dahulu. Namun sebelum itu, Anda dianjurkan untuk mencuci buah apel hingga benar-benar bersih agar zat lilin atau pestisida yang mungkin menempel bisa sepenuhnya luruh.(NB/ RVS/klikdokter)

You Might Also Like