Stres karena pekerjaan adalah masalah kesehatan yang kian hari makin berkembang. Tak hanya berdampak pada kesehatan, stres di kantor juga memengaruhi produktivitas perusahaan. Stres tersebut biasanya terjadi karena waktu bekerja yang terlalu panjang serta beban kerja yang sangat tinggi. Akibatnya, Anda pun mengalami kondisi kelelahan kronik.

Akan tetapi, masing-masing pekerja memiliki ambang batas stres yang berbeda-beda. Selain itu, masalah keluarga, kondisi ekonomi, lingkungan kerja, dan faktor sosial lain juga berpengaruh. Lantas bagaimana tanda stres karena pekerjaan?

Tanda dan gejala stres karena pekerjaan

Seperti dijelaskan di atas, stres karena pekerjaan bisa mengganggu kinerja seseorang hingga menyebabkan produktivitas dan kreativitas Anda menurun. Itu sebabnya, penting sekali mengetahui tanda dan gejala stres akibat pekerjaan. Mengenali gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis.

Dengan mengenali lebih dini gejala stres akibat pekerjaan, tindakan intervensi seperti konseling ke psikolog atau mengevaluasi beban pekerjaan dapat dilakukan. Anda pun dapat mencegah terjadinya dampak yang lebih parah.

Tanda dan gejala stres akibat pekerjaan dapat berupa gejala fisik, psikologis, dan perilaku. Berikut merupakan uraian tanda dan gejala stres akibat pekerjaan. 

1. Gejala fisik

Tanda dan gejala fisik stres karena pekerjaan meliputi: kelelahan, ketegangan otot, sakit kepala, berdebar, dan sulit tidur. Dapat pula muncul gangguan saluran cerna, seperti nyeri ulu hati, diare, dan sulit BAB.

2. Gejala psikologis

Tanda dan gejala psikologis stres akibat pekerjaan antara lain depresi, kecemasan, iritabilitas, pesimistis, dan hilang semangat, panik. Anda dapat merasa sulit berkonsentrasi dan kesulitan dalam membuat keputusan.

3. Perubahan perilaku

Perubahan perilaku akibat stres dapat berupa meningkatnya jumlah hari bolos kerja, berkurangnya kreativitas dan inisiatif, performa kerja menurun, gangguan hubungan interpersonal, perubahan mood, frustrasi, malas bergaul, dan hilangnya ketertarikan terhadap berbagai hal.

Ini yang perlu Anda lakukan

Jika Anda mengalami beberapa gejala stres karena pekerjaan di atas, sebaiknya Anda mencari pertolongan. Pertama, coba lakukan evaluasi diri serta mengidentifikasi apa penyebab stres yang Anda alami.

Jika ada hal yang dapat Anda modifikasi, misalnya tidak menunda-nunda pekerjaan hingga pekerjaan menumpuk, Anda dapat mencoba untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut. Namun, jika Anda merasa usaha sudah maksimal, tapi beban kerja Anda memang terlalu tinggi atau suasana kerja tak kondusif, coba bicarakan dengan atasan untuk menemukan solusi terbaik.

Jika cara di atas tidak membuahkan hasil, cobalah mencari pertolongan dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Psikolog dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah dan menemukan jalan keluar terbaik.

Jika gangguan psikologis yang Anda alami berat, psikiater dapat memberikan obat-obatan seperti antidepresan dan anticemas untuk meredakan gejala Anda. Jalan terakhir yang dapat Anda tempuh jika tidak berhasil mengatasi stres karena pekerjaan adalah dengan keluar dari tempat kerja saat ini dan mencari pekerjaan baru.

Dengan pekerjaan baru, Anda akan mendapatkan suasana baru dan beban kerja yang lebih sesuai dengan Anda. Akan tetapi, sebelum memutuskan hal ini, coba pikirkan terlebih dahulu dengan matang. Bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau orang yang Anda percaya mengenai plus dan minus pindah perusahaan.

Jangan biarkan stres karena pekerjaan berlangsung berlarut-larut. Anda harus segera mencari akar permasalahannya, dan menyelesaikannya. Bila tidak, dampak stres dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda. Segera bicarakan dengan atasan atau HRD mengenai kondisi dan ketidaknyamanan Anda di kantor.(HNS/RVS/klikdokter)

Loading...

You Might Also Like