Ilustrasi


Setiap hari, kulit terpapar oleh polusi, debu, sinar matahari, dan bahan-bahan kimia yang bisa meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Akibatnya, lapisan terluar tubuh ini rentan kering, bernoda, hingga timbul tanda-tanda penuaan. Apa peran antioksidan dalam mengatasi hal ini?

Kebanyakan radikal bebas picu penyakit

Radikal bebas bisa bermanfaat sekaligus berbahaya bagi tubuh. Pada dasarnya, tubuh secara alami memproduksi radikal bebas untuk menetralkan virus dan bakteri. Namun, jika terlalu banyak menumpuk, radikal bebas dapat memengaruhi DNA, lipid, dan protein yang dapat memicu penyakit. 

Di sisi lain, radikal bebas adalah molekul tidak stabil dan sangat reaktif yang memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Untuk mendapatkan stabilitas, mereka menyerang molekul stabil sehingga memicu kerusakan sel-sel sehat. 

Akibatnya, terjadi stres oksidatif di dalam tubuh, atau ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkan atau mendetoksifikasi efek berbahaya tersebut. Nah, efek ini pun turut terjadi pada kulit. 

Untuk itu, yang dapat Anda lakukan adalah menetralkan, melindungi, dan mempertahankan kulit dengan antioksidan. Dibutuhkan antioksidan yang dapat membantu mempertahankan sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Jika antioksidan tidak mencukupi, baik yang dari dalam maupun luar tubuh, kerusakan akibat radikal bebas pun jadi malapetaka pada kulit. Antara lain rusaknya kolagen, DNA sel, dan merusak kemampuan kulit untuk menyembuhkan dirinya. 

Peran antioksidan
Jadi, apa saja peran penting antioksidan bagi kulit Anda?

Mengurangi kerutan dan garis halus

Kerutan dan garis halus adalah tanda proses penuaan kulit. Jika jumlah radikal bebas terlalu banyak di dalam kulit, akan terjadi proses penuaan dini di kulit dengan cara mengurangi produksi kolagen, menghambat proses perbaikan alami kulit dan memicu peradangan. 

Di sinilah peran antioksidan dibutuhkan, yaitu dengan mencegah aktivitas oksidatif sel dan meregenerasi vitamin E agar kulit dapat meningkatkan produksi kolagennya.

Melindungi dari bahaya sinar matahari

Terpapar sinar matahari secara terus-menerus dan tanpa perlindungan dapat membahayakan bagi kulit. Nah, antioksidan memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar matahari.

Caranya adalah dengan menumpulkan respons peradangan kulit, mencegah kulit terbakar, dan meningkatkan perlindungan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

Membantu mencerahkan kulit

Radikal bebas dan paparan sinar matahari sering memicu perubahan dalam produksi melanin kulit sehingga warna kulit tidak merata. Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan dapat membantu mencegah pigmentasi kulit yang tidak normal. 

Beberapa antioksidan, seperti vitamin C, juga berfungsi sebagai penghambat tirosinase (enzim yang merangsang produksi melanin).

Membantu mencegah kanker kulit

Kerusakan DNA pada kulit akibat radikal bebas dapat menyebabkan mutasi sel yang memicu terjadinya kanker kulit. Antioksidan berperan untuk mencegah pembentukan dan menetralkan radikal bebas. 

Beberapa antioksidan, seperti vitamin A, C, dan E memiliki sifat anti-karsinogenik yang dapat membantu mencegah timbulnya kanker

Membantu mengurangi melasma

Proses inflamasi oleh sinar UV dan proses oksidasi membuat produksi melanin pada kulit bertambah sehingga menyebabkan munculnya bercak kecokelatan pada kulit. Dibutuhkan peran antioksidan, terutama Vitamin C, yang dinilai mampu mengurangi pigmentasi melanin pada kulit. 

Sudah banyak penelitian yang menjelaskan peran antioksidan bagi kulit. Jadi, pastikan Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi akan antioksidan agar kulit Anda dapat terhindar dari kerusakan. Antara lain, sayuran seperti brokoli dan bayam, teh hijau, buah jeruk, lemon, dan blueberry.(HNS/RH/klikdokter)

 

You Might Also Like