KPU Kotim saat menggelar Sosialisasi Tahapan Program dan Jadwal Pilkada 2020, khususnya syarat dukungan pasangan calon persorangan di Aula KPU Kotim, Senin (7/10). (ARIF/KALTENG POS)


SAMPIT – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memiliki catatan buruk soal partisipasi pemilih. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim tak ingin momen Pilkada tahun 2015 terulang di Pilkada tahun depan.

Salah satu catatan yang menjadi sorotan adalah rendahnya partisipasi pemilih. Pada Pilkada tahun 2015,

Dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotim tahun 2015, partisipasi pemilih hanya 50,9 persen. Sedangkan untuk pemilihan Gubernur Kalteng diangka 47 persen.

“Partisipasi pemilih sangat rendah sekali. Tentu hal ini menjadi sebuah komitmen sekaligus tantangan bagi kami agar penyelenggaraan ini bisa naik partisipasinya,” kata Ketua KPU Kotim Siti Fathonah Purnangingsih  di acara Sosialisasi Tahapan Program dan Jadwal Pilkada 2020, Senin (7/10).

Pada Pilpres 17 April lalu, partisipasi pemilih berada diangka 77 persen. KPU sendiri saat ini bekerja keras untuk meningkatkan persentase pemilih di Pilkada 2020. Oleh sebab itu, KPU Kotim berharap  semua elemen berkomitmen partisipasi pemilih dapat mencapai angka yang ditargetkan.

KPU Kotim kembali menggelar sosialisasi terkait tahapan dan juga jadwal Pilkada 2020 mendatang khususnya kepada bakal pasangan bakal calon bupati Kotim 2010 mendatang. “Bahkan kami juga mengundang tokoh masyarakat, perwakilan parpol dan ada juga calon perseorangan,” terangnya.

Dirinya menambahkan, terkait tahapan penyerahan dukungan khususnya calon bupati yang akan maju secara independen harus melalui tahapan penyerahan dukungan pasangan calon perseorangan. Mulai 11 September 2019 sampai 5 Maret 2020 mendatang. Terkait berapa persen, hitungannya yakni 17 kecamatan dilakilan 50 persen dan hasilnya sekitar 8,5 persen dari daftar pemilih tetap. Terkait syarat dukungan perlembar, ditandatangani dan dukungannya.

“Sekali lagi, tidak ada lagi masa perbaikan setelah pendaftaran. Beda halnya dengan Pilkada 2015 lalu jalur perseorangan, jika pendaftaran boleh masa perbaikan. Dan pada 2020 ini tidak ada lagi hal tersebut,” pungkasnya. (rif/ram/ctk/nto)

You Might Also Like