Ilustrasi kayu sengon. (foto: net)


PULANG PISAU–Keluhan murahnya harga kayu sengon yang dibeli perusahaan kayu di Pulang Pisau mendapat tanggapan Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo. Menyikapi permasalahan itu, bupati meminta kepada pihak perusahaan untuk membeli sengon masyarakat dengan harga standar.

“Saya juga telah meminta kepada dinas terkait supaya betul-betul melakukan koordinasi terkait dengan hal itu. Saya juga sudah sampaikan kepada perusahaan agar sengon rakyat yang dimasukkan dalam pabrik itu harganya disesuaikan sehingga petani tidak merasa dirugikan,” kata Edy kemarin.

Ia juga tidak menampik banyaknya masyarakat yang menjual sengon ke tengkulak untuk dibawa ke Jawa. “Untuk itu kami meminta agar harga sengon benar-benar disesuaikan sehingga masyarakat bisa dengan mudah menjual dan perusahaan punya langganan tetap,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat bisa memperoleh untung dan perusahaan memiliki langganan tetap dan memperoleh bahan baku dengan mudah. “Kedua belah pihak mendapatkan untung,” bebernya.

Bupati menaruh harapan agar pihak perusahaan segera dapat menjawab persoalan-persoalan itu. “Salah satu harapan kami dengan kehadiran pabrik itu agar mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” tegas Edy.

Ia mengaku belum tahu apa yang menjadi persoalan sehingga perusahaan membeli sengon dengan harga murah. “Itu urusan internal perusahaan. Yang kita inginkan, perusahaan bisa membeli sengon masyarakat dengan harga standar,” ucapnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) juga sempat menyoroti permasalahan tersebut.  “Perusahaan tak boleh seenaknya menentukan harga. Nanti ada Dirjen terkait yang akan mengontrol itu (harga, red),” kata Siti Nurbaya.

Ketika itu dia juga berjanji akan membahas masalah tersebut. “Kami mau rapatkan,” ucapnya.

Siti Nurbaya juga menginginkan, Pulpis nanti menjadi contoh yang baik. “Karena di Pulpis ini langsung berdampingan dengan bisnis dari hulu sampai hilir. Hilirnya ada industri,” tandasnya. (art/ila/ctk/nto)

You Might Also Like