Erianto ketika berada diruang kerjanya di Rumah Sakit Sultan Imanudin Pangkalan Bun, Selasa (29/10). (SONY/KALTENG POS)


Menyebut kata forensik, tentunya tidak semua orang akan mengenal dan memahami profesi tersebut. Pasalnya keilmuan ini diperlukan untuk mengungkapkan penyebab kematian seseorang.

SONY, Pangkalan Bun

SENYUM dr Erianto M Ked(FOR) SpMF merekah. Siang itu, penulis berbincang dengan satu-satunya dokter forensik yang ada di Kotawaringin Barat (Kobar) ini. Untuk menjadi sepertinya yang sekarang, bukanlah perkara yang mudah. Berawal dari dokter umum yang bertugas di wilayah Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kobar.

Selama di sana, dia bekerja di salah satu puskesmas menjadi dokter honorer. Saat itu, dia diminta untuk membantu melakukan visum terkait kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Alhasil setelah dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan mampu membongkar kasus tersebut, rupanya menjadi kebiasan dan selalu dipanggil polisi untuk berkoordinasi dalam pengungkapan kasus. Akhirnya dari situlah keinginan untuk menjadi dokter forensik terpanggil.

"Saya tertarik menjadi dokter forensik karena ingin berdedikasi tidak hanya bagi profesi yang digeluti. Tetapi ingin membantu pengungkapan kasus agar dapat terang benderang," katanya.

Erianto menambahkan, terbukti beberapa kasus mulai pembunuhan yang belum terungkap, serta mayat yang membusuk sudah beberapa kali diaotopsi dan berhasil didapatkan penyebabnya. Tentunya rasa bangga dan senang dapat membantu petugas khususnya penyidik dapat mengungkap terjadinya pembunuhan serta penyebabnya.

Sebagai dokter forensik, dia bangga karena mampu memberikan yang terbaik. Apalagi tidak mudah menggelutinya profesi ini, karena tidak semua akan minat. "Saya akan terus dedikasikan pekerjaan ini hingga akhir hayat dan bisa membantu penyidik dalam mengungkap kasus," pungkasnya. (*/ami/ctk/nto)

Loading...

You Might Also Like