Wahid Yusuf


PALANGKA RAYA-Wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Palangka Raya turut prihatin mendengar kabar bahwa di Kota Cantik masih ditemukan jenazah yang dibawa menuju tempat pemakaman menggunakan kendaraan selain ambulans. Apa pun alasannya, kejadian pikap bawa jenazah Abi, remaja yang tewas tenggelam di Kelurahan Tanjung Pinang, tak dapat dibenarkan dan kurang manusiawi.

Ini sangat memalukan,” ucap Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya Wahid Yusuf kepada Kalteng Pos, kemarin (6/11).

Mengenai kejadian tersebut, ia yang kebetulan saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja ke DPRD Banjarmasin, sudah mengklarifikasi ke pihak kelurahan dan warga melalui sambungan telepon. Ia mengatakan, saat telah kembali ke Palangka Raya nanti, dirinya bersama anggota dewan lainnya dari daerah pemilihan (dapil) III akan melakukan pengecekan lapangan atas kejadian ini.

Informasi awal dari pihak Kelurahan Tanjung Pinang bahwa ada kesalahpahaman. Sementara, informasi yang didapat dari warga, pihak pengelola ambulans membuat aturan yang berlebih, sehingga memperlambat warga untuk menggunakan jasa mobil tersebut. “Itulah yang membuat warga lebih memilih menggunakan pikap sebagai kendaraan alternatif. Kami akan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu, karena dengan itu kami akan tahu siapa yang salah dan siapa yang benar,” tambahnya.

Pria yang juga merupakan ketua DPD KNPI Kota Palangka Raya itu membeberkan, apabila nantinya terbukti ada pihak yang melakukan kesalahan dan mempersulit masyarakat dalam peminjaman ambulans, secara pribadi ia akan menyarankan Pemko Palangka Raya memberikan teguran keras.

“Perlu diingat, saya tidak main-main dalam hal ini, karena ini sangat mencoreng dan juga mempermalukan kita. Apalagi  peristiwa ini sudah sampai ke telinga wali kota dan wakil wali kota Palangka Raya. Dua pucuk pimpinan di Kota Cantik ini pun sangat menyayangkan hal itu,” jelasnya seraya memohon maaf kepada masyarakat Kelurahan Tanjung Pinang dan warga Palangka Raya atas adanya peristiwa pikap membawa jenazah.

“Besar harapan saya agar kejadian ini jangan sampai terulang lagi,” tegas peraih suara terbanyak di DPRD Kota Palangka Raya melalui Dapil III meliputi Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Pahandut.

Senada, wakil rakyat lainnya dari dapil III, Heri Purwanto, juga menyesalkan atas peristiwa pengantaran jenazah menggunakan pikap. Sebab setahunya, setiap kelurahan dan masjid sudah disiapkan mobil ambulans.

“Sedih juga dengar kabar jenazah dibawa menggunakan pikap. Saya telepon lurahnya. Ternyata ambulans siap dipakai dan dalam kondisi baik, sedangkan warga mengeluhkan proses peminjaman karena merasa dipersulit. Nanti kami akan coba komfirmasi ulang dengan pihak kelurahan serta meminta keterangan dari warga,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja ditemukan tewas di bekas galian di Jalan Talawang Raya, Kelurahan Tanjung Pinang,  Senin (4/11). Abi (17) tenggelam ketika tengah asyik mandi bersama dua temannya.

Usai ditemukan, jenazah Abi langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Karanggan XX, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut. Jenazahnya tak sempat dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.

Sore harinya langsung dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) Jalan Talawang Raya. Jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah duka. Mirisnya, jenazah hanya dibawa menggunakan pikap yang biasa digunakan untuk mengangkut kayu dan pasir.

Kenapa terjadi demikian? Menurut penuturan sang sopir pikap, Edi, warga sekitar merasa ribet jika hendak menggunakan jasa ambulans. Ada banyak urusan yang mesti diselesaikan. Bahkan tak jarang memperlambat pengantaran jenazah. (*pra/ce/ram)

Loading...

You Might Also Like