Sekda Kalteng Fahrizal Fitri (dua dari kiri) meninjau stan olahan serbaikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng saat peringatan Hari Ikan Nasional, Minggu (17/11). (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-700 kilometer laut terbentang di Kalteng. Kekayaan alam yang terkandung di dalamnya pun berlimpah. Di antaranya adalah udang dan ikan. Pada 21 November nanti, Kalteng bakal melaksanakan ekspor perdana udang ke China dengan jumlah 1.058 kilogram atau satu ton lebih.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, ekspor perdana tersebut akan membuka jalan untuk ekspor kekayaan perairan Kalteng, baik sungai maupun laut. Tentu hal ini akan menjadi salah satu sumber devisa bagi Kalteng.

"Dengan adanya ekspor perdana ini kami berharap akan membuka peluang sekaligus memanfaatkan kekayaan laut Kalteng, sehingga ke depan semakin banyak yang diekspor ke mancanegara," katanya saat diwawancarai, usai membuka kegiatan Hari Ikan Nasional, di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kalteng, Minggu (17/11).

Diungkapkannya, ekspor ke China ini menjadi jalan pembuka dan tentunya akan terus dikembangkan ke depannya. Untuk tujuan itu, pemerintah provinsi berencana meminta bantuan pemerintah pusat untuk menjembatani pesanan-pesanan dari luar negeri.

"Wilayah yang berpotensi akan hasil-hasil laut yang bisa diekspor yakni Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kotawaringin Timur (Kotim)," ungkapnya kepada media.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng Darliansjah mengatakan, udang yang akan diekspor perdana pada 21 November nanti adalah jenis udang kering. Menurutnya, udang tersebut diambil dari perairan Kobar. Udang-udang tersebut diolah dan dikeringkan di pabrik yang berlokasi di Kobar.

"Ekspor perdana nantinya akan dilaksanakan oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran," bebernya.

Menurutnya, ke depan Kalteng tak hanya mengekspor udang. Hasil laut lainnya seperti ikan pun akan diekspor juga. Ke depan, lanjutnya, pihaknya akan bekerja sama dengan PT Perikanan Nusantara.

"Sudah beberapa kali kami mengadakan pertemuan dan saat ini masih dalam rangka penjajakan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Widodo Sumianto mengatakan, Kalteng tercatat selalu berada di atas data nasional dalam hal konsumsi ikan. Berdasarkan data yang tercatat, ikan-ikan dari Indonesia telah diekspor ke 158 negara di dunia.

"Ikan-ikan Indonesia sudah masuk dan diterima oleh negara-negara lain. Pada 2018 lalu, Indonesia sudah ekspor satu juta ton ikan. Kami berharap ekspor tahun ini melebihi angka itu," kata Widodo.

Saat ini, lanjutnya, Kalteng sudah mampu mendatangkan investor dan akan melakukan ekspor secara langsung ke China. Hal ini berarti Kalteng sudah mampu memotong rantai distribusi ikan yang selama ini harus melewati Surabaya dan Jakarta.

"Ini tentu luar biasa. Kalteng tercatat sebagai provinsi yang mampu ekspor ikan secara langsung," pungkasnya. (abw/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like