Kadishut Kalteng Sri Suwanto saat menjelaskan capaian dan program-program Dishut Kalteng di Aula Dishut Kalteng, Rabu (20/11). (DISKOMINFO UNTUK KALTENG POS)


Kalteng merupakan wilayah yang memiliki hutan yang cukup luas. Berdasarkan data, luas kawasan hutan di Kalteng 12,3 juta hektare atau 80,4 persen dari luas wilayah keseluruhan yakni 15,3 juta hekatre. Bukan mustahil jika hampir 50 persen pemenuhan kebutuhan kayu di Indonesia berasal atau didatangkan dari Bumi Tambun Bungai ini.

-------------------------

 

KEPALA Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Sri Suwanto mengatakan, sebagai daerah penyuplai kayu terbesar se-Indonesia, maka kontribusi Kalteng untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) bidang kehutanan selalu mencapai target. Bahkan, pada 2018 lalu capaian PNBP melampaui target.

“Contoh saja, pada 2018 lalu PNBP di bidang kehutanan sudah melampaui target. Targetnya adalah Rp816 miliar lebih, tapi mampu mencapai Rp857 miliar lebih. Dalam hitungan persentase, artinya mencapai 105 persen,” kata Sri saat press conference bersama awak media di Aula Dishut Kalteng.

Diungkapkannya, PNBP itu berasal dari provisi sumber daya hutan (PSDH), dana reboisasi (DR), dan iuran izin usaha pemanfaatan hutan (IIUPH). Tetapi, lanjutnya, penerimaan itu tak semuanya diperuntukkan bagi pendapatan daerah, tapi juga bagi hasil dengan pemerintah pusat.

“Hanya saja pada tahun ini harga kayu mengalami penurunan sehingga produksi kayu pada tahun ini rendah. Hingga triwulan III tahun 2019 (per September) capaian masih di angka Rp448 miliar lebih, padahal targetnya Rp858 miliar lebih,” bebernya, Rabu (20/11).

Di samping capaian itu, lanjut Sri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tetap memberikan akses kepada masyarakat di sekitar hutan, untuk mengelola dan memanfaatkan hutan Kalteng ini melalui program perhutanan sosial. Ini juga merupakan salah satu program pemerintah pusat yang didukung oleh pemerintah daerah (pemda) di bawah kepemimpinan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya.

“Alokasi perhutanan sosial secara nasional sebesar 12,7 juta hekatre, dan Kalteng mendapat jatah seluas 1,7 juta hektare. Akan tetapi, hingga saat ini masih ada 205 ribu hektare lebih luasan perhutanan sosial di Kalteng. Kami terus mendukung dan meningkatkan jumlah ini demi kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan,” tegasnya.

Sementara itu, Dishut Kalteng juga memiliki program penghijauan di wilayah Kota Cantik yang merupakan ibu kota Provinsi Kalteng. Program tersebut berupa gerakan menanam pohon di sekitar wilayah Kota Palangka Raya. Siapa pun, kata Sri, bisa mengajukan permohonan untuk kegiatan penanaman pohon. “Selama ini instansi-instansi dan beberapa sekolah sudah menjalankan itu,” pungkasnya. (abw/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like