Anggota Satlantas Polres Palangka Raya melakukan olah TKP lakalantas yang dialami pegawai Bank Kalteng di Jalan Tjilik Riwut Km 25, Sabtu (30/11). (DENAR/KALTENG POS)


Yosepha Ika Septriana telah pergi untuk selama-lamanya. Pegawai Bank Kalteng Cabang Pembantu Tangkiling itu meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km 25. Aparat dari Satlantas Polres Palangka Raya pun sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa nahas ini.

 

====================================

BERDASARKAN hasil olah TKP yang dilakukan Unit Laka Polresta Palangka Raya dan menghadirkan saksi serta sopir truk, kecelakaan yang melibatkan truk trailer di Jalan Tjilik Riwut Km 25 itu bermula ketika Yamaha Mio bernomor polisi KH 3829 TF yang dikendarai Ika melaju dari tempat kerjanya menuju Kota Palangka Raya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, saat melintasi tikungan itu, perempuan kelahiran 1992 itu berusaha mendahului sebuah truk trailer atau tronton bermuatan alat berat bernomor polisi KH 8802 AP. Truk tersebut dikemudikan oleh Bustani dengan kecepatan 40 km/jam.

"Saya lihat dari kaca spion, dia mau nyalip, jadi saya sedikit minggirkan truk. Bahkan ban kiri sampai keluar aspal," cerita Bustani kepada Kalteng Pos di lokasi kejadian, Sabtu pagi (30/11).

Belum sepenuhnya melewati bodi truk trailer itu, dari arah berlawanan muncul sebuah truk tanpa muatan dengan kecepatan tinggi. Sang sopir truk mencoba mengklakson dan menghidupkan lampu jauh untuk member isyarat kepada korban.

Sontak Ika langsung mengurangi kecepatan sepeda motornya. Ngerem. Alhasil, kendaraan pun oleng ke kiri. Berbenturan dengan bodi kanan truk trailer. Korban pun terjatuh dari motornya, masuk ke kolong truk dan terlindas ban kanan paling belakang.

"Andai dia (korban,red) langsung terus melaju untuk menyalip, kemungkinan besar masih sempat, itu pun kalau truk yang dari arah berlawanan mau mengurangi kecepatan," ucap pria berambut gondrong ini.

Diakui Bustani, saat peristiwa itu terjadi truknya bergerak pelan karena melintasi tikungan.

"Setelah melihat dia (korban) jatuh, saya langsung berhentikan truk," ujar warga yang berdomisili di Jalan dr Murjani itu.

Pantauan wartawan Kalteng Pos di TKP, jarak dari benturan awal terjadi hingga ke lokasi jatuhnya sepeda motor korbanberjarak 21 langkah kaki orang dewasa.

Dengan kembali terjadinya lakalantas yang merenggut nyawa manusia, Kasatlantas Polresta Palangka Raya AKP Anang Herdiyanto mengimbau agar markah dan rambu lalu lintas di jalan diperhatikan oleh setiap pengendara, karena keberadaan markah itu bertujuan untuk memberi tahu hal yang harus dipatuhi dan atau tidak boleh dilakukan selama berkendara. Salah satunya soal fungsi garis putih di jalan raya.

Dijelaskannya, markah dengan garis putih putus-putus memperbolehkan pengendara kendaraan bermotor melintasi markah apabila ingin berpindah jalur dan menyalip kendaraan di depan, dengan tetap berhati-hati.

"Sedangkan markah berbentuk garis putih panjang, tanda ini biasanya pada jalan bertikungan atau zebra cross. Artinya, pengendara tidak boleh melewati garis tersebut (tak boleh menyalip kendaraan di depan)," imbaunya.

Sementara itu, jenazah Ika telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Km 12, Sabtu (30/11) pukul 12.00 WIB. Orang tua, sanak keluarga, rekan kerja, dan para pelayat mengantarkan perempuan yang genak berusia 27 tahun pada 1 September lalu menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Acara diawali dengan kebaktian sebelum pemakaman di rumah duka dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman.

“Kami keluarga besar tentu merasa sangat kehilangan atas kepergiaan almarhumah. Tetapi kami serahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa,” kata paman Ika, Niko, saat dibincangi Kalteng Pos di rumah duka, kemarin siang.

Diungkapkan Tomi, seyogyanya keluarga sepakat untuk memulai acara pemakaman, Sabtu (30/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Akan tetapi karena kondisi cuaca yang kurang memungkinkan, acara pemakaman pun akhirnya dipercepat.

“Karena dokter menyarankan untuk segera dilakukan pemakaman, kami ikuti saran itu,” ucapnya sembari memegang sapu untuk membersihkan halaman rumah.

Menurut Tomi, sehari-hari Ika berangkat maupun pulang dari tempat kerja dengan menumpangi mobil pimpinan bersama rekan-rekan lainnya.

“Kami juga tidak tahu pasti kenapa hari itu mereka berangkat kerja menggunakan sepeda motor,” jelas pria paruh baya itu.

Meski demikian, keluarga besar telah mengiklaskan kepergian Ika. Mereka pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk menindaklanjuti peristiwa kecelakaan itu.

Kepergian Ika menimbulkan dukacita mendalam bagi keluarga maupun sahabatnya. Akun kolom komentar Instagram @ikaseptriana dibanjiri ucapan belasungkawa dan kesedihan.

"Kak, selamat jalan ya. Makasih sudah menjadi orang baik. Senang bisa kenal kak Ika dan ngerasain tinggal di kost yang super seru. Love you kak Ika," tulis @hapsawrite.

Akun lainnya berkomentar: "Selamat jalan kawan, damai di surga amiin," cuit @davidhalomoan.

Sedangkan akun @retno55 berkomentar: "Ika, selamat jalan semoga tenang di sisinya. Sedih banget dengar beritamu," katanya ditambah dengan emotikon menangis. (*oiq/nue/ce/ala) 

Loading...

You Might Also Like