Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran (empat dari kiri) saat mengunjungi Yansen Binti (tiga dari kiri) di Lapas Klas IIA Palangka Raya. (DAD UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Dalam lawatannya ke Palangka Raya bersama Komisi III DPR RI. Agustiar Sabran menyempatkan diri mengunjungi Yansen Binti dkk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Palangka Raya, kemarin.

Kedatangan Agustiar Sabran yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini tentu saja membuat kaget petugas lapas, sebab dalam kapasitas anggota komisi 3 DPR RI, Agustiar termasuk mitra bidang hukum, hak asasi manusia dan keamanan. Yang lebih menarik, kedatangan ketum DAD dan rombongan ini disambut hangat Yansen Binti dkk penghuni lapas saat ini. Di antara mereka, Yansen Binti, Borak Milton, Drs Muchtar, Punding dan lain-lain.  

Banyak cerita yg mereka sampaikan, di antaranya tentang keheranan Borak Milton soal Drs Muchtar yang juga ditahan. "Saya tahu, Muchtar ini orang baik, waktu dia kadis saya beri uang transport saja menolak, dia lurus2 saja, main perempuan juga tidak, kenapa justru terjerat kasus Tipikor," kata Borak.

“Kesimpulan saya, untuk kasus Tipikor yang menghuni lapas ini saya berani jamin 75 persen orang baik. Kalau pun harus terjerat dan mendekam di tahanan karena lalai dan dianggap pembiaran,” kata Borak.

Seperti dirinya sendiri, Borak mengakui ia tidak kena Operasi Tangkap Tangan (OTT), tapi dijerat pasal berlapis dengan ancaman cukup berat. “Persoalannya ternyata karena sebagai ketua komisi saya dianggap membiarkan. Saya tidak kena OTT malah hukumannya lebih lama ketimbang yang OTT," katanya.

Kemudian, Yansen Binti menambahkan. Di lapas ini katanya, harus ada DAD nya. Paling tidak harus ada mantir adat. Kenapa? Kata dia, karena selama di dalamnya sudah empat kali ia mendamaikan perkelahian di dalam Lapas tersebut.

“Dan hampir semua penghuni lapas ikut saja kalau didamaikan secara adat. Karena itu saya menyarankan sebaiknya ada mantir adat,” ungkapnya.

Muchtar yang dianggap Borak sebagai orang baik tapi harus menanggung akibat hanya bisa berucap “ tolong kalau saya keluar nanti terima saya ya,” katanya. (ala)

Loading...

You Might Also Like