Ketua Komisi II DPRD Kalteng Lohing Simon


PALANGKA RAYA - Corporate social responsibility (CSR) menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kalteng. Pasalnya, masih banyak perusahaan di Kalteng yang belum melaksanakan CSR dan beberapa perusahaan dalam penyalurannya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng Lohing Simon mengatakan, CSR menjadi salah satu fokus Komisi II, khususnya terkait pengawasan. Itu dilakukan agar seluruh PBS yang beroperasi di Kalteng, baik pertambangan maupun perkebunan memiliki kepekaan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat disekitar perusahaan.

“CSR menjadi perhatian serius kami di Komisi II, karena masih banyak perusahaan yang belum menyalurkan. Karena itu pengawasan akan menjadi fokus kami di Komisi II nantinya," ucap Lohing.

Memudahkan pengawasan dan penyaluran CSR tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat, Komisi II berencana merancang regulasi yang dapat dimuat dalam sebuh Peraturan Daerah nantinya. Sebagai salah satu pengawasan Komisi II beberapa waktu lalu telah melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan di Kotim, yang telah melaksanakan CSR.

"Komisi II beberapa waktu lalu telah mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Kabupaten Kotim. Kami ingin melihat  langsung realisasi CSR yang dilaksanakan dan memang sudah berjalan dengan baik. Kami juga akan merancang regulasi agar penyaluran CSR tepat dan sesuai,” ujarnya.

Rencanya, Komisi II DPRD Kalteng juga akan mendatangi sejumlah PBS, yang sampai saat ini belum ada melaksanakan CSR. “Kami ingin mengajak mereka, agar mereka fokus menjalankan bagian dari tanggungjawab mereka, karena CSR inikan sudah menjadi tanggungjawab yang wajib mereka laksanakan,” pungkasnya. (arj)

Loading...

You Might Also Like