Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran (kiri) menyerahkan bendera pataka kepada ketua DAD Lamandau terpilih periode 2019-2024, Hendra Lesmana, di Aula Lantang Torang, Minggu (8/12). (DAD UNTUK KALTENG POS)


LAMANADAU- Hendra Lesmana resmi menakhodai Dewan Adat Dayak (DAD) Lamandau untuk masa bakti 2019-2024. Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DAD Lamandau. Setelah terpilih, beberapa rencana kerja pun disiapkannya.    

Minggu (8/12), Aula Lantang Torang Lamandau dipenuhi ratusan tokoh dan pengurus organisasi DAD, damang, Batamad, serta peninjau. Mereka datang menghadiri musda pemilihan ketua DAD periode 2019-2024. Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua DAD Kalteng H Agustiar Sabran, Wakil Ketua Prof Danes Jayanegara, serta mantan Bupati Lamandau Marukan.

Ada utusan DAD Kalteng berjumlah 5 orang, utusan kecamatan 40 orang, peninjau dari damang 7 orang, peserta dari DAD Lamandau 40 orang, peninjau dari Batamad 30 orang, ormas Dayak 30 orang. Total ada 152 orang yang terlibat dalam musda kali ini.

Hendra Lesmana terpilih menggantikan Marukan. Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus DAD periode sebelumnya (2013-2018), dan mengucapkan selamat kepada ketua dan pengurus DAD terpilih periode 2019-2024.

"Saya mengucapkan selamat bekerja. Semoga senantiasa diberikan kekuatan dalam melaksanakan tugas sebagai pengurus DAD Kabupaten Lamandau periode 2019-2024," ujarnya.

Pemda, kata dia, merangkul serta menjalin hubungan yang selaras untuk mewujudkan pembangunan daerah, dengan tetap berpegang pada kearifan lokal, adat istiadat, dan hukum adat yang sesuai dengan filosofi huma betang.

“DAD dapat berperan dalam penyelesaian persoalan adat istiadat serta di bidang sosial. Peran DAD dalam pembangunan sangat dibutuhkan, terutama mendukung pemerintah dalam hal penyelesaian masalah-malasah yang bersinggungan langsung dengan adat istiadat dan kebiasaan dalam masyarakat. Misalnya, penyelesaian sengketa adat, mempertahankan hak adat, termasuk sengketa pertahanan yang berkaitan tanah adat dengan berpedoman pada hukum adat dan hukum negara," tegasnya.

Ia berharap, melalui Musda II ini DAD Lamandau bisa menjawab semua tantangan yang semakin kompleks, melalui penyusunan program kerja yang benar-benar tepat sasaran, sesuai apa yang digariskan oleh kelembagaan DAD Provinsi Kalteng, termasuk program kerja khusus terkait kearifan lokal Lamandau.

"Dayak ini ada yang Islam, Kaharingan, dan Kristen. Jangan membuat perbedaan jadi sekat yang memecahkan kita. DAD harus bisa jadi alat kontrol dan memerhatikan segala dinamika yang terjadi di masyarakat," pesannya sebelum membuka kegiatan.

Sementara itu, Ir Marukan yang merupakan mantan Bupati Lamandau sekaligus ketua DAD Lamandau periode sebelumnya, mengharapkan agar Pemkab Lamandau bisa memberi perhatian besar terhadap keberadaan DAD dan jajarannya.

 "Pelestarian hukum-hukum adat perlu dilakukan agar tak lekang dimakan zaman, terutama dalam menghadapi dinamika persoalan di masyarakat," ujarnya.

Wakil Ketua DAD Kalteng Prof Danes Jayanegara yang juga menghadiri acara itu mengatakan, orang-orang Dayak harus terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan, meski memiliki berbagai perbedaan-perbedaan baik dari sisi agama, sudut pandang dalam dunia politik, dan perbedaan lainnya.  

"Melalui rasa persatuan dan kesatuan, akan timbul semangat kebersamaan dalam menggerakkan masyarakat adat untuk mewujudkan cita-cita orang Dayak, termasuk menggerakkan pemerintah untuk memerhatikan kondisi masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan ini," tuturnya. (cho/ce/ala)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like