Kepala BPN Kalteng, Pelopor


PALANGKA RAYA-Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbatasan dengan beberapa wilayah Kalteng, tentu akan memberikan dampak. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalteng Pelopor menyebutkan, Kalteng harus siap terhadap dampak positif maupun negatif pembangunan ibu kota baru pengganti DKI Jakarta tersebut.

Pelopor mengungkapkan, di mana ada gula pasti di situ ada semut. Ketika ada aktivitas masif dalam pembangunan ibu kota negara di Kaltim, paling tidak sekitar 1,5 juta orang dari akan datang ke Kaltim. Tentu hal itu berdampak pula pada peningkatan kebutuhan akan makan minum maupun tempat tinggal.

“Tentu saja Kalteng berpeluang untuk menjadi ruang bagi banyaknya aktivitas baru yang saat ini belum terbayangkan,” ungkap Pelopor saat menghadiri salah satu acara, kemarin (13/1).

Dijelaskannya, wilayah Kalimantan yang masih memiliki banyak lahan kosong hanyalah Kalteng. Suka atau tak suka, Kalteng harus pintar-pintar menjadi penyuplai kebutuhan ibu kota baru nantinya. Untuk itu, Kalteng harus siap dan mampu untuk pemenuhan kebutuhan di ibu kota baru. Apalagi Kabupaten Penajam Paser Utama (PPU) berdekatan dengan wilayah Kalteng bagian timur.

“Di Kalimantan ini, hanya Kalteng yang masih memiliki lahan kosong. Kalsel dan Kalbar sudah penuh. Apalagi Kaltim,” bebernya.

Tetapi, lanjutnya, daerah yang berbatasan dengan PPU, seperti Barito Timur (Bartim), Barito Utara (Batara), dan Murung Raya (Mura) sudah tidak dapat terlalu diganggu. Sebab, aktivitas di wilayah tersebut telah masif dengan adanya pertambangan dan lainnya. Yang tidak akan disangka nantinya, lanjut Pelopor, yakni kebutuhan perumahan. Diperkirakan akan banyak yang akan menyeberang hingga ke wilayah timur Kalteng untuk kepentingan di PPU.

“Bisa saja. Demi kebutuhan perumahan, nantinya akan ada banyak yang menyeberang hingga ke Kalteng,” tuturnya.

Untuk itu, tegasnya, Kalteng harus siap. Jika tidak, maka Kalteng akan menjadi imbas dari pembangunan ibu kota. Apalagi aktivitas pembangunan di pusat ibu kota akan sangat dibatasi. Aktivitas penunjang tidak dibolehkan di lokasi ibu kota, alias kegiatan lain harus di luar PPU.

“Melihat gambaran tersebut, saya mewanti-wanti agar masyarakat Kalteng segera mendaftarkan tanahnya. Mungkin saat ini tidak berharga, tapi ke depan akan sangat bernilai,” katanya.

Ditambahkannya, yang menjadi kekhawatiran karena setiap terjadi pelepasan kawasan hutan di suatu daerah, akan selalu menggunakan areal pengganti. Ketika wilayah Kalbar, Kalsel, dan Kaltim menjadi padat, maka bukan tak mungkin Kalteng akan dijadikan sebagai kawasan pengganti.

“APL kita ini kan sempit. Apabila dijadikan areal pengganti, maka akan dijadikan hutan lagi. Jangan sampai itu terjadi,” pungkasnya.

Salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota baru adalah Kabupaten Barito Utara (Batara). Berbagai persiapan telah dilakukan oleh daerah berjuluk Bumi Iya Mulik Bengkang Turan ini. Mulai dari infrastruktur hingga sektor pertanian. Sebab, perpindahan jutaan orang ke ibu kota baru tersebut tentu berdampak pula pada kebutuhan pangan untuk konsumsi sehari-hari.

“Saat ini kami sedang menggiatkan bidang pertanian sebagai salah satu penyangga ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Batara H Nadalsyah kepada Kalteng Pos, belum lama ini.

Berkaitan dengan infrastruktur, bupati yang akrab disapa Koyem itu mengatakan, pihaknya juga berencana membenahi infrastruktur jalan ke arah Benangin, wilayah yang berbatasan langsung dengan IKN.

“Kami juga akan berupaya mendekatkan atau mencari jalan alternatif untuk kases menuju ibu kota provinsi maupun IKN. Kalau bisa menperdekat jarak ke ibu kota negara, kenapa tidak dilakukan? Kami akan fokus memikirkan itu demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Koyem menjelaskan, dengan perpindahan ibu kota ke Kaltim, tentu berdampak langsung terhadap wilayah-wilayah perbatasan seperti Muara Teweh, Barito Timur, dan Puruk Cahu. Ia menilai, investor pasti akan tertarik melakukan investasi di Kalteng yang didukung oleh sumber daya alam (SDA) yang sangat menjanjikan. (abw/nue/ce/ala)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like


Lowongan kerja Kalimantan Tengah, Jooble
jooble