Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyerahkan BLT kepada masyarakat di Kabupaten Bartim, Jumat (22/5). (HUMAS UNTUK KALTENG)


Sejak virus corona atau Covid-19 menulari warga Kalteng awal Maret lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pemprov Kalteng langsung memberi tanggapan cepat. Bahkan dalam upaya menghadapi bencana nonalam ini, pemprov di bawah arahan Sugianto Sabran dan Habib Ismail Bin Yahya (SOHIB) telah mengambil sejumlah langkah bijak untuk percegahan dan penanggulangan pandemi ini.

 

==============================

 

DALAM rangka penanggulangan wabah Covid-19, sejumlah kebijakan telah diambil pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota. Pertama, melakukan refocusing dan realokasi sumber-sumber pembiayaan serta menggunakan dana tak terduga (DTT) untuk memenuhi kebutuhan bidang kesehatan, pangan, dan stimulan bagi masyarakat maupun usaha terdampak.

Kedua, pemprov telah mengalokasikan anggaran senilai Rp500.296.306.370. Dengan rincian; untuk penanganan kesehatan Rp200.000.000.000, untuk penanganan dampak ekonomi Rp70.296.306.370, dan untuk jaring pengaman sosial sebesar Rp230.000.000.000.

Langka ketiga, melakukan perluasan Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya ke Bapelkes dan BPSDM sebagai lokasi rawat inap bagi pasien dalam pengawasan (PDP). Keempat, pemprov mengeluarkan dana untuk pembelian alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), rehabilitasi ruang mikrobiologi RSDS, dan mengaktifkan beberapa rumah sakit kabupaten/kota sebagai rumah sakit rujukan perawatan pasien Covid-19.

Kelima, penyediaan dan distribusi logistik seperti alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di provinsi maupun kabupaten/kota, pengadaan masker nonmedis untuk masyarakat, pengadaan alat rapid test sebagai upaya screening awal Covid-19, serta penyediaan masker medis sebagai buffer stock provinsi.

Keenam, memberikan bantuan sosial tunai tahap satu (I) senilai Rp90.373.500.000. Bantuan diberikan kepada 180.747 kepala keluarga (KK) korban terdampak Covid-19 yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Setiap KK menerima Rp500.000.

Keberhasilan pembangunan selama empat tahun masa kepemimpinan Sugianto Sabran dan Habib Ismail Bin Yahya sebagai gubernur dan wakil gubernur, tidak lepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat Kalteng.  

Kemarin, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyoroti pemberian bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak virus corona (Covid-19). Ia menilai penyaluran belum cepat dan tepat sasaran.

 

"Ini perlu dikaji ulang, karena berdasarkan observasi lapangan, masih ada data yang tidak layang untuk menerima bantuan sosial," katanya saat menyerahkan bantuan sosial secara simbolis di wilayah Kabupaten Kobar, Rabu (27/5).

Hal itu berarti masih banyak warga seharusnya layak menerima bantuan tapi belum mendapatkan. Karena itu, persoalan ini perlu ditindaklanjuti dengan mengambil langkah penanganan ke depannya.

"Bagi warga yang belum mendapatkan bantuan, diharapkan segera menyampaikan kepada RT setempat, agar dapat ditindaklanjuti melalui dinas sosial dan lainnya," tuturnya.

Terhadap warga Kalteng yang sungguh membutuhkan uluran tangan di saat seperti ini, kendati tidak memiliki KTP, sudah merupakan kewajiban bagi pemprov untuk memberikan bantuan. Hal ini pun berarti mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Namun, jangan sampai ada orang mampu, tapi mengaku tidak mampu. Kalau terjadi seperti itu, sangat disayangkan, karena masih ada orang lain yang lebih membutuhkan," harapnya sembari menyebut kecepatan dan ketepatan menjadi dua isu terpenting dalam penyaluran bansos dalam melawan pandemi Covid-19

1 2

Editor :dar
Reporter : hms/nue/ala

You Might Also Like