Salah satu pembudidaya ikan lele di Kota Palangka Raya, Sarjono saat melakukan penyortiran ikan di kolamnya, Minggu (6/9). (Foto:Hendry Prie/kaltengpos.co)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, permintaan ikan lele di Kota Palangka Raya ternyata masih terbilang cukup stabil. Hal ini terbukti dari hasil salah satu pembudidayaan ikan lele rumah tangga di Jalan Tenggiri dan Jalan Bandeng, Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya terus terserap konsumen.

Pasalnya ikan lele di kota cantik ini telah menjadi konsumsi semua kalangan masyarakat. Apalagi menjamurnya usaha kuliner di ibukota Kalteng ini, membuat permintaan konsumen terhadap jenis ikan yang memiliki rasa yang gurih dan harga terjangkau itu terus meningkat.


Ya, salah satu pemilik budidaya ikan lele di Jalan Tenggiri dan Jalan Bandeng, Sarjono misalnya.  Dirinya mengatakan, meski budidaya ikan lele yang ditekuni tersebut terbilang baru setahun, namun dia merasa tidak mengalami kesulitan dalam hal pemasaran. Dia mengakui dari budidaya ikan lele yang dicobanya itu, kini bisa terus merasakan hasilnya.

Bagaimana tidak, di panen perdananya saja untuk satu kolam berukuran 2,5 meter kali 3 meter dia  bisa memanen sedikitnya 50 kg lebih setiap kali penyortiran ikan dalam rentang waktu dua minggu sekali.

“Ini penyortiran sekaligus panen yang kedua kami, dan hasilnya lumayan bisa membantu kebutuhan ekonomi di rumah,” ungkap pria yang akrab dipanggil Mas Jono ini kepada kaltengpos.co, Minggu (6/9).

Lebih jauh dituturkan pria yang juga gemar bercocok tanam itu, bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini, upaya budidaya ikan lele tergolong menjanjikan. Selain turut serta mendukung program pemerintah daerah di bidang perikanan, juga bisa bertahan  di masa pandemi Covid-19 ini.

“Meskipun masih skala kecil, budidaya ikan lele ini masih bisa bertahan biar dalam situasi seperti sekarang ini. Permintaan ikan lele masih tetap ada. Jadi menurut saya masih stabil saja, ” bebernya.

Menurutnya budidaya ikan lele yang digelutinya itu, secara mandiri dengan menerapkan sistem terpadu. Yakni mulai dari penyediaan bibit, pakan ikan, pemeliharaan dan perawatan kolam, serta kepada pemasaran hasilnya.

“Sekarang ini kami sudah ada dua orang yang rutin mengakomodir dari hasil panen lele ini ke konsumen. Sehingga Insya Allah tiadak ada kendala untuk pemasaran,”jelasnya.

Ke depan dirinya mengaku akan membuka pintu kepada mitra kerja  atau masyarakat yang ingin bekerja sama dalam budidaya ikan lele ini. “Ya, siapa saja yang minat untuk kerja sama, kami fasilitasi baik dari pembibitan, hingga pemasaranya,” pungkas Sarjono.

12

Editor :hendryprie
Reporter : hen