Banjir merendam rumah warga di Kabupaten Lamandau. Nampak air menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Mentawa, Kabupaten Lamandau. (BOBY UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA,KALTENGPOS.CO-Pada 2020 ini, Kalteng dilanda tiga bencana. Awal tahun lalu, Covid-19 melanda Kalteng dan ditetapkan tanggap darurat, disusul penetapan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pada 11 September lalu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tetapkan status tanggap darurat bencana banjir.

Beberapa hari lalu tiga bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir di antaranya, Kabupaten Lamandau, Seruyan dan Katingan. Meskipun, di daerah lain seperti Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kapuas juga sudah terpantau terjadi banjir.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalteng Darliansjah mengatakan, tanggap darurat bencana banjir di tingkat provinsi sejak 11 September lalu akan berakhir hingga 26 September nanti. Hal ini dalam rangka antisipasi jika ada kabupaten yang tetapkan darurat banjir.

"Penetapan status tanggap darurat di provinsi ini sebagai payung hukum dalam rangka memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang terdampak banjir," katanya.

Dijelaskan Darli, berdasarkan update data saat ini terdapat empat daerah terdampak banjir, baik yang sudah menetapkan darurat bencana maupun tidak yakni Kotim, tercatat sebanyak 6.445 kepala keluarga (KK) atau 17.512 jiwa terdampak.

Daerah dengan jumlah KK paling banyak terdampak yakni Kabupaten Seruyan, pasalnya seluruh KK terdampak sebanyak 3.943 KK atau 15.485 jiwa. Tetapi, dari empat kabupaten terdampak banjir ini, yang terpaksa harus mengungsi hanya di Kabupaten Lamandau saja, dengan jumlah pengungsi yakni 82 KK atau 279 jiwa.

"Untuk daerah yang lainnya tidak sampai mengungsi, hanya di Lamandau saja beberapa KK harus mengungsi," ucapnya, kemarin.

Sedangkan, lanjut Darli, berkenaan bangunan yang terdampak, secara keseluruhan terdapat 2.332 bangunan rumah, 14 fasilitas umum, dua fasilitas sosial, tujuh rumah ibadah, delapan sekolah dan satu fasilitas kesehatan.

"Data-data ini akumulasi dari empat kabupaten, tiga kabupaten yang sudah menetapkan tanggap darurat dan Kabupaten Kotim," ujarnya.

Meskipun, lanjut dia, saat ini juga terpantau terjadi banjir di Kabupaten Kapuas. "Kami sudah berkoordinasi dengan kepala BPBD Kapuas untuk mengkaji berapa titik yang terdampak," tegasnya.

Sementara itu, terhadap bencana banjir ini, pihaknya menyebut tidak ada korban jiwa dalam artian meninggal dunia. Bahkan, saat ada pun nantinya harus diidentifikasi kembali apakah karena banjir atau yang lainnya. 


12

Editor :dar
Reporter : abw/eri/yad/lan/ala