PT Pertamina (Persero) memastikan penurunan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak diterapkan merata di seluruh daerah, termasuk Kalimantan. Program ini hanya berlaku di Jawa dan Bali sebagai salah satu rangkaian untuk mewujudkan rencana penghapusan premium. (Foto KPG)


BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) memastikan penurunan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite tidak diterapkan merata di seluruh daerah, termasuk Kalimantan. Program ini hanya berlaku di Jawa dan Bali sebagai salah satu rangkaian untuk mewujudkan rencana penghapusan premium.

Region Manager Communication Relation and CSR Pertamina Kalimantan Robert Marchelino Verieza mengatakan, penurunan pertalite sebesar Rp 1.200 per liter menjadi Rp 6.450 per liter saat ini hanya berlaku di Tangerang Selatan. “Ini sudah kebijakan dari pusat dan pemda setempat. Jadi, untuk Kalimantan tak termasuk. Tujuannya mungkin untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan BBM lebih ramah lingkungan,” ucapnya, Selasa (16/9) lalu.

Menurutnya, kebijakan itu meneruskan tujuan dari pusat yang ingin menghapus BBM jenis premium. Jadi kebijakan itu hanya berlaku di daerah Jawa dan Bali, itu pun di kota besar saja. Selain itu, kebijakan itu termasuk program langit biru. Harga pertalite tersebut berlaku di 38 SPBU di wilayah Tangerang Selatan untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, angkutan umum kota (angkot) serta taksi pelat kuning.

Unit Manager Communication Relations dan CSR MOR III Pertamina Eko Kristiawan mengatakan, penurunan harga ini merupakan bagian dari promosi agar masyarakat beralih mengonsumsi BBM yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, program edukasi dan promosi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Upaya mengurangi pencemaran udara menurutnya dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

"Hal ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Melalui berbagai promo ini, kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan bersama-sama kita membirukan langit di Tangerang Selatan," kata Eko dalam keterangan resminya.

Dengan dijalankannya program Langit Biru, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyambut positif program tersebut sebagai upaya pengurangan polusi udara.

"Melalui program ini, kami juga mengapresiasi peran Pertamina yang tetap menjaga kemampuan masyarakat dengan melakukan promo pertalite dengan harga diskon setara harga premium, khusus untuk pengguna kendaraan tertentu seperti roda dua, roda tiga, angkutan umum, dan taksi. Tentu ini sesuai saran pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat," ujarnya. 

1

Editor :hen
Reporter : aji/ndu/k15/jpg