PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO - Borneo Nature Foundation (BNF) meraih penghargaan untuk dua kategori, pada ajang UpLink Trillion Trees Challenge 2020, yang digelar oleh Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) pada 21-24 September 2020.

Ajang yang diadakan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dampak Pembangunan Berkelanjutan 2020 tersebut, diikuti oleh perwakilan para pemangku kepentingan (stakeholders). BNF dinobatkan sebagai satu dari tiga pemenang untuk kategori penyelamatan hutan. Dua pemenang lainnya adalah Reforestum & Ecosphere+, dan Inga Foundation.

Di samping itu, BNF juga sukses meraih People Choice Award, sebuah kategori penghargaan yang didasarkan pada jajak pendapat daring yang dilakukan selama final Trillion Trees Challenge.

Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNEP), Inger Andersen, dalam pernyataan persnya usai pengumuman pemenang, Kamis (24/9), mengungkapkan, UpLink Trillion Trees Challenge diluncurkan awal tahun ini.

Menurutnya, gerakan yang berbasis platform digital tersebut, telah mengumpulkan lebih dari 250 solusi kewirausahaan, yang mencari cara untuk mengukur dan mempercepat konservasi dan restorasi hutan, menghijaukan kota, mengembangkan teknologi Fourth Industrial Revolution (4IR) untuk pepohonan, dan merangsang ekonomi hutan, untuk mewujudkan Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem.

Sebagai puncaknya, lanjut Inger, Trillion Trees Challenge digelar bersamaan dengan KTT Dampak Pembangunan Berkelanjutan 2020 yang diselenggarakan Forum Ekonomi Dunia.

Dalam acara puncak itu, panel juri multi-pemangku kepentingan memilih tiga pemenang dari enam finalis yang mempresentasikan ide di ajang tersebut

“Melihat semua pengajuan ke UpLink Trillion Trees Challenge, menunjukkan adanya kesediaan kaum muda dan ecopreneurs untuk mewujudkan Dekade Restorasi Ekosistem PBB. Setiap orang yang mengajukan proposal adalah bagian dari solusi,” kata Inger.

Direktur Eksekutif BNF Internasional Simon Husson, yang mewakili BNF di kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada BNF.

Selama 10 tahun terakhir, lanjutnya, BNF telah mengembangkan dan menyempurnakan metode dan teknik penanaman untuk menghutankan kembali area lahan gambut terdegradasi, menanam lebih dari 30.000 bibit, dan mendirikan pembibitan bibit komunitas di desa-desa di sebelah hutan hujan tropis Kalimantan Tengah yang tersisa.

“Sekarang, dengan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan selama sedekade terakhir, kami meningkatkan proyek untuk menanam lebih dari satu juta pohon, sambil menyadari bahwa penyerapan karbon dan pemulihan habitat untuk spesies yang terancam punah, seperti orangutan, berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat lokal dan penciptaan ekonomi hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur I BNF Indonesia Yunsiska Ermiasi, menyampaikan terima kasihnya kepada para mitra yang turut menyukseskan kegiatan-kegiatan konservasi yang dijalankan BNF, di antaranya UPT LLG CIMTROP Universitas Palangka Raya, Community Nursery Kereng Bangkirai dan Sabaru.

“Tidak lupa, terima kasih juga kami untuk tim lapangan di Sebangau, Kalimantan Tengah, yang sangat membantu kegiatan reforestasi agar terus berjalan serta meningkatkan pencapaian jumlah bibit yang ditanam,” imbuh Yunsiska.

12

Editor :dar
Reporter : ard/kpc