Aneka masakan rumahan khas Nusantara menajdi resep yang paling laris dibeli selama masa pandemi Covid-19. (Dok/JawaPos.com)


Pandemi Covid-19 mendorong para pelaku usaha kuliner berlomba untuk menjual resepnya. Untuk mendapatkan penghasilan lain akibat dampak pandemi Covid-19, tentunya harus memiliki trik dan memahami menu apa yang diinginkan masyarakat. Paling laris ternyata masakan rumahan, lantaran banyak orang lebih memilih berada di rumah.

Dalam Sania Exclusive Masterclass, Master baking Indonesia Chef Yongki Gunawan yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun memberikan kelas online. Dia juga mendorong para pelaku usaha makanan rumahan untuk berani membuat kreasi makanan yang unik dan inovatif.

Menurutnya, banyak makanan rumahan dari zaman dahulu yang enak dan punya nilai jual. Tak ketinggalan, dirinya juga sedikit berbagi tips tentang cara membuat makanan lezat yang berpotensi laris di pasaran.

“Pada saat memilih bahan, terutama tepung, jangan pernah mengorbankan rasa demi menekan biaya. Bagi saya, carilah bahan baku yang rasanya yang sudah melekat di lidah Indonesia,” tegasnya kepada wartawan secara dari baru-baru ini. “Terutama dalam membuat menu  makanan rumahan,” kata Chef Yongki.

Kemudian dia mengusulkan agar tidak takut untuk berkreasi dan berinovasi dalam mencoba ide. Dan jangan pernah putus asa jika gagal. “Misalnya membuat makanan dengan menu tepung, itu paling disukai masyarakat Indonesia. Cobalah fokus pada satu resep, jika sudah berhasil maka kemudian berlanjut ke resep lainnya,” katanya.

Hal senada diungkapkan Marketing Manager Sania Nuri Rialen. Menurutnya, makanan rumahan memiliki potensi yang paling disukai. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan bimbingan dari mentor yang tepat agar para pelaku usaha rumahan saat ini dapat berkembang dan meraih keuntungan.

“Pelatihan memang diperlukan untuk melatih kebutuhan skill dalam mengembangkan usaha mereka di dalam kondisi pandemi saat ini. Harapannya, bisa menjadi bekal sekaligus stimulus bagi para pelaku usaha makanan rumahan di Indonesia untuk tetap terus berkembang dan beradaptasi,” tandas Nuri. (*)

1

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc