Kadisperindag Kalteng Aster Bonawaty (kanan) memperlihatkan sejumlah hasil kerajinan khas Kalteng di Gedung Dekranasda, Sabtu malam (17/10). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)


PALANGKA RAYA, KALTENGPOS.CO-Kerajinan khas Dayak yang terbuat dari getah nyatu makin terkenal. Keterampilan masyarakat Dayak ini bahkan diekspor ke mancanegara. Salah satunya India. Olahan miniatur dari bahan baku getah nyatu ini banyak disukai. Negeri Bollywood menjadi pemesan terbanyak miniatur tersebut. 

Provinsi Kalteng sangat terkenal dengan hasil kerajinan tangan lokal olahan khas Dayak. Salah satu kerajinan yang menjadi daya tarik adalah kerajinan getah nyatu. Kerajinan tersebut memanfaatkan getah pohon nyatu sebagai bahan utama olahan. Umumnya getah nyatu itu diolah menjadi miniatur kapal atau perahu.

Bisa dipastikan bahwa kerajinan ini hanya ada di Provinsi Kalteng. Karena menjadi kekhasan, maka perlu didorong untuk dikembangkan jadi ikon Kalteng agar dapat menjadi daya tarik.

“Berdasarkan pengamatan kami, ternyata hanya ada di Kalteng. Yang membuat kerajinan dari getah nyatu ini dari Kapuas, Buntok, Katingan, dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalteng Aster Bonawaty kepada media di Gedung Dekranasda, Sabtu malam (17/10).

Berdasarkan informasi yang diterima dari para pelaku industri kecil menengah (IKM), pesanan kerajinan ini dikirim ke India, Korea, dan beberapa negara lainnya.

"Tetapi mereka mengalami kesulitan bahan baku. Kalau masalah tenaga, para IKM sudah melatih kelompok mereka sehingga dapat mengerjakan sesuai dengan jumlah pesanan dan target yang ada," tambahnya.

Saat ini bahan baku yang tersedia hanya di daerah Barito Selatan. Dengan makin langkanya bahan baku ini, diperlukan solusi cepat dan tepat untuk mengatasi persoalan ini.

"Kami akan segera ke sana melihat kondisi langsung di lapangan dan melakukan kerja sama dengan pihak kehutanan agar dapat membudidayakan getah nyatu seperti membudidayakan rotan. Karena hampir punah dan kita pun tidak tahu apa penyebabnya," harapnya.

Kerajinan getah nyatu ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan jadi produk unggulan Kalteng. Untuk itu perlu ada dukungan dari semua pihak terkait ketersediaan bahan bakunya.

"Harapan kami, setelah melihat potensi di lapangan nanti, dapat membangun dan menghidupkan lagi potensi getah nyatu itu," terangnya.

Pihaknya juga akan mengolah film dokumenter untuk memperkenalkan getah nyatu, mulai dari proses penanaman pohon hingga pengolahan menjadi sebuah kerajinan.

"Tujuannya untuk menghidupkan kembali kerajinan ini. Sayang kalau musnah. Kami akan kerja sama dengan dinas kehutanan dengan meminta sediakan lahan 10 hektare atau lebih, mendatangkan bibit, serta merekrut warga untuk penanaman dan budi dayanya," jelas Aster lagi.

Diketahui bahwa pohon nyatu merupakan jenis tumbuhan yang tumbuh secara liar. Apabila dapat dibudidayakan, ditanam pada area tertentu yang disiapkan, maka dapat diatur pengambilan getahnya untuk diolah menjadi hasil kerajinan khas Kalteng.

12

Editor :dar
Reporter : nue/ala/kpc