Ilustrasi hubungan cinta yang kuat karena berhasil melewati rintangan. (Shutterstock)


Sebuah hubungan intim berkembang dengan pertemuan awal yang lucu, menggemaskan, dan penuh rasa gugup. Tapi lama-lama justru bisa menjadi membingungkan dan sedih. Bisa berakhir atau juga langgeng selamanya.

“Pada kenyataannya cinta adalah perjalanan tanpa tujuan akhir. Pasti akan menghadapi kembali rintangan,” kata Pakar Pernikahan Linda Caroll seperti dilansir dari Mind Body Green, Selasa (20/10).

Setiap hubungan asmara umumnya melewati sejumlah fase. Dari mulai fase pendekatan, keraguan, kekecewaan hingga cinta sepenuh hati.

Fase 1 : Kebersamaan

Fase pertama dari sebuah hubungan adalah tahap bulan madu. Ini adalah romansa awal di mana masing-masing sering menghabiskan waktu besama pasangan. Penuh kegembiraan dan gairah. Seringkali pasangan merasa sudah menemukan pasangan yang sempurna

Emosi ini sering kali menenggelamkan bagian rasional otak kita. Campuran hormon yang memicu dan mempertahankan keadaan tergila-gila, seperti dopamin, oksitosin, dan endorfin. Cahaya otak ini sering kali dapat membuat kita menjadi kecanduan terhadap pasangan kita dan mengabaikan ketidakcocokan, tanda bahaya, atau masalah lainnya.

Fase 2 : Keraguan dan Penyangkalan

Fawe kedua dari suatu hubungan adalah keraguan dan penyangkalan, di mana kita akhirnya mulai benar-benar memperhatikan perbedaan. Dari yang dulu tampak sempurna, kini mulai ada rasa ragu.

Perasaan cinta bisa bercampur dengan keterasingan. Akhirnya terlihat tidak sempurna untuk satu sama lain. Saat kekecewaan meningkat, begitu pula respons biologis kita terhadap stres.

Tahap 3: Kekecewaan

Fase ketiga dari suatu hubungan adalah tahap kekecewaan. Pada titik ini, perebutan kekuasaan dalam hubungan telah muncul sepenuhnya ke permukaan. Beberapa masalah mulai muncul, pertengkaran dan provokasi.

Pasangan lain mungkin diam-diam ingin berpisah seiring waktu, semakin sedikit energi untuk mempertahankan hubungan. Pasangan mulai merasa orang yang ada di sampingnya tak bisa diandalkan.

Fase 4 : Keputusan

Tahap keempat dari suatu hubungan disebut keputusan karena berada pada titik puncak. Pertengkaran hebat, meninggalkan rumah setelah bertengkar, dan perilaku membela diri akan membuat hubungan makin runcing.

Seseorang mulai membuat rencana untuk keluar dari hubungan.

Pada tahap ini, seseorang siap membuat keputusan, apakah pergi atau bertahan untuk bersama memperbaiki hubungan.

Fase 5 : Cinta Sepenuh Hati

Tahap kelima dari sebuah hubungan adalah cinta sepenuh hati. Ini terjadi saat hubungan kita sedang dalam kondisi paling sehat dan paling memuaskan.

Masih harus kerja keras dalam mencapai tahap kelima hubungan ini, tetapi perbedaannya adalah pasangan tahu bagaimana bisa saling mendengarkan dengan baik. Di tahap ini, pasangan juga mulai berbaikan bersama lagi. Mereka bisa tertawa, rileks, dan sangat menikmati satu sama lain. Sehingga membuat mereka jatuh cinta satu sama lain lagi.

123

Editor :iha
Reporter : jpc/kpc