Ketua KPK, Firli Bahuri


KALTENGPOS.CO - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, mengatakan Jawa Barat menjadi provinsi paling banyak dengan jumlah 101 kasus korupsi. Disusul Jawa Timur dengan 93 kasus dan Sumatera Utara dengan 73 kasus. Berikutnya, di Riau dan Kepulauan Riau dengan 64 kasus. 

Di bawahnya ada DKI Jakarta dengan 61 kasus. Lalu, Jawa Tengah 49 kasus, Lampung 30 kasus, dan Sumatera Selatan dan Banten dengan masing-masing 24 kasus.

"Dari sebaran 34 provinsi, 26 daerah itu pernah terlibat korupsi. Ini memprihatinkan bagi kita," ujar Firli dalam webinar dengan seluruh calon kepala daerah dengan tema 'Mewujudkan Pimpinan Daerah Berkualitas Melalui Pilkada Serentak yang Jujur Berintegritas', di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (20/10).

Kemudian Papua, Kalimantan Timur, dan Bengkulu dengan masing-masing 22 kasus, Aceh 14 kasus, dan Nusa Tenggara Barat dan Jambi dengan masing-masing 12 kasus.

Selanjutnya, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara dengan masing-masing 10 kasus, serta Maluku 6 kasus. Sisanya, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Bali dengan masing-masing 5 kasus, serta  Sumatera Barat dengan 3 kasus.

Delapan provinsi belum ditemukan tindak pidana korupsi. KPK berharap, delapan provinsi itu bisa mempertahankannya.

"Mudah-mudahan ini adalah pencegahannya berjalan karena sesungguhnya ada intervensi KPK terkait pencegahan korupsi," harap Firli.

Data Kasus tindak pidana korupsi pernah terjadi di 26 provinsi di Indonesia ini diterimanya sejak 2004 hingga 2020.

1

Editor : nto
Reporter : genpi/kpc