Ilustrasi seseorang mengalami osteoporosis. Perempuan berisiko terkena Osteoporosis 4 kali lebih tinggi. Perempuan banyak mengalami fase kehidupan, yang bisa mengurangi kepadatan tulang. (the health site)


BUKAN hanya lansia, kini osteoporosis bisa bergeser ke usia muda lho. Maka, perempuan yang sudah memasuki usia pramenopause atau di atas 40 tahun, diminta untuk waspada sejak dini. Jangan sampai menunggu adanya keluhan.

Osteoporosis merupakan penurunan kualitas dan kepadatan tulang. Sehingga membuat tulang lebih rapuh dan mudah patah. Nutrisi seperti Kalsium dan vitamin D sangat penting
untuk kesehatan tulang.

International Journal of Nutrition and Food Science Literatur: ‘Relevance of Calcium and Vitamin D in Supporting Bone Health: An Expert Panel Recommendation in Indonesia‘ menyebutkan bahwa kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tulang. Asupan kalsium dan vitamin D harus dimulai sejak dini. Dan suplementasi dapat mengimbangi kekurangan asupan Kalsium dan vitamin D yang direkomendasikan setiap hari.

Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena Osteoporosis 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Sebanyak 40,6 persen perempuan
Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause.

“Proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi. Osteoporosis yang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun,” kata Ketua Peneliti Studi tersebut sekaligus Pakar Gizi Medik FKUI-RSCM Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, dalam Webinar bersama CDR, Kamis (22/10).

Studi yang dilakukan para Pakar di Indonesia tentang ‘Relevansi Kalsium dan Vitamin D untuk mendukung kesehatan Tulang’ memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah osteoporosis sejak usia muda. Menurut Prof Saptawati, perempuan banyak mengalami fase dalam kehidupannya, yang bisa mengurangi kepadatan tulang. Seperti apa saja misalnya?

1. Fase Menopause

Di setiap fase ini, kepadatan tulang dapat berkurang dan puncaknya saat seorang perempuan memasuki fase menopause, di mana kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen.

2. Hamil dan Menyusui

Perempuan hamil dan menyusui pun menjadi salah satu kelompok risiko osteoporosis. Oleh karena itu, kini saatnya bagi perempuan Indonesia untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Namun sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah, padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis.

3. Perubahan Metabolisme

Proporsi risiko osteoporosis pada perempuan semakin tinggi setelah berusia 55 tahun, sebagian besar disebabkan adanya retak tulang pada perempuan yang berhubungan erat dengan perubahan metabolisme tulang pada umur post-menopause.

Solusi

Prof Saptawati menekankan bahwa kalsium dan vitamin D bekerja secara sinergis untuk meningkatkan kesehatan tulang dalam jangka panjang. Ia menjelaskan vitamin D terlibat dalam penyerapan kalsium di usus halus.

Tanpa asupan vitamin D yang cukup, bisa jadi penyerapan kalsium tidak maksimal. Vitamin D kemudian lebih mengoptimalkan dan menjaga kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD), dan meningkatkan kekuatan otot.

“Selain suplementasi, gaya hidup yang sehat juga diperlukan. Untuk memaksimalkan vitamin
D dan pembentukan tulang, konsumsi makan bernutrisi dan berolahraga teratur,” tutupnya.

12

Editor :Nurul Adriyana Salbiah
Reporter : Marieska Harya Virdhani/JPC